Untuk trading Valas/forex

 

Ini penting untuk di ketahui terutama untuk anda sendiri dan bagikan informasi ini ke saudara atau kerabat anda

MUI (Majlis Ulama Indonesia ) telah mengeluarkan Fatwa untuk trading valas/forex
Ada empat jenis transaksi valas/forex di indonesia ,Tiga di antara nya masuk kategori Haram sementara Satunya lagi di perbolehkan.

 

 Transaksi tersebut:

1.Transaksi Spot  : HALAL
2.Transaksi Swap : HARAM
3. Transaksi Forward : HARAM
4.Transaksi Option : HARAM

Bagi anda yang sudah pernah dan paham Trading forex .informasi ini sangat bermanfaat dan Silahkan dalami  dan cari Rekomendasi lain nya.Sehingga uang yang anda hasilkan dari trading Berkah nanti nya.

HARAPAN KAMI ANDA IKUT MENSOSIALISASIKAN FATWA INI DI TENGAH-TENGAH MASYARAKAT.Karena Hari demi hari peminat trading forex meningkat seiring Iklan perusahaan Broker di media sosial.mari ikut Program Affiliate/Reseller web strategionline ini.
Sambil menyelam minum Air.disini Anda dapat ilmu nya.dapat uang.sekaligus sosialisasi fatwa MUI

Pertayaan yang sering di tanyakan oleh seorang pemula di trading forex:

Bagai mana dengan fatwa MUI untuk trading forex ?
Anda harus bisa membedakan fatwa MUI bukan untuk aplikasi trading forex.
Tapi fawa MUI untuk  mengatur cara Orang  dalam  bertrading

MUI Mengatur dengan tegas Trading forex dengan prinsip untung-untungan,prinsip seperti ini sama hal nya dengan main judi
,misal nya asal klik tombol beli (Buy) atau asal klik tombol jual (Sale)l,jadi sebelum anda ikut atau buka posisi trading anda harus Belajar Teknik/fundamental dari trading forex,

Jika suatu saat  saya Benar-benar ingin mencari Rezeki dengan ikut terjun langsung Trading forex,kemana saya belajar lebih dalam Teknik trading ?

Nah.. nanti nya anda bisa belajar Teknik cara trading forex di komunitas Trading forex  di media social atau kursus  off line di kota anda,atau kursus panduan dari perusahaan broker tempat anda trading nanti nya dan banyak tempat lain nya .nanti kami jelaskan dalam web ini

 

KESIMPULAN Dari fatwa MUI di bawah:

Jika anda ingin menjadi Broker atau ikut Trading forex cukup trandaksi SPOT saja karena dibolehkan atau Halal
Maksud nya Transaksi Forex  Buka posisi baik BUY atau SELL dan harus  CLOUSE  hari itu juga  sehingga tidak kena biaya SWAP( biaya menginap dari perusahaan Broker) karena termasuk Riba/Bunga.

Untuk Pemula biasa nya sekali trading atau buka posisi 5 menit. Sampai 2 jam saja jadi aman dari SWAP.
Solusi dari kami  Trading di BROKER Instaforex karena ada  akun syariah yang bebas dari SWAP.nanti anda bisa cari di Google

Dan anda juga harus   menambah ilmu trading anda yaitu teknikal (grafik) dan fundamental (berita politik,ekonomi dll) supaya anda tidak masuk trading dengan kategori untung-untungan atau judi

 

FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN FOREX/VALAS

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia
No: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf)

 

Menimbang :
a. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan
transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.

b. Bahwa dalam ‘urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa
bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandangan ajaran Islam berbeda antara satu  bentuk dengan bentuk lain.

c. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman.

 

Mengingat :

1. “Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: “…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”

2. “Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)’ (HR. albaihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

3. “Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”.

4. “Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s.a.w bersabda: “(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai.”

5. “Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri, Nabi s.a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.

6. “Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara’ bin ‘Azib dan Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).

7. “Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf: “Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.”

8. “Ijma. Ulama sepakat (ijma’) bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu

 

Memperhatikan :

1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS/2/878

2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari’ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H/ 28 Maret 2002.

 

MEMUTUSKAN :

Dewan Syari’ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).

 

Pertama : Ketentuan Umum

Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).
3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

 

Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing

1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah)

3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

 

Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

 

Ditetapkan di : Jakarta

Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M

DEWAN SYARI’AH NASIONAL – MAJELIS ULAMA INDONESIA